Tepat
akhir tahun lalu saya membalikan kebiasan saya dalam hal mencari teman dekat,
kali ini saya mengejar apa yang saya inginkan dalam hal perasaan. Walau pun
saya terus menerus berulang kali menanyakan apa saya benar-benar
menginginkannya atau tidak? Kembali berkomitmen menyayangi seseorang itu tidak
mudah bagi saya. Karena beberapa hal yang telah saya alami.
Dia
sangat berbeda dengan saya, jauh-jauh sekali berbeda. Dari karakter, hobi, pergaulan bahkan masa lalu. Dia benar-benar anak yang sangat pemalu dan baik.
Tidak banyak bicara namun pemikir kuat, ya itu kesan yang saya dapatkan hingga
saya penasaran dan tertarik untuk dekat. Saya memulai beberapa percakapan
hingga akhirnya saya bisa lebih dekat dari biasanya. Dan akhirnya dia pun jujur dengan
perasaanya, saya bingung apa yang harus saya jawab, karena saya masih
bertanya-tanya dengan perasaan saya yang mirip puzzle dan teka-teki silang. Saat itu
saya hanya bisa jujur bahwa saya tertarik dengan dia namun saya rasa lebih baik untuk
menjalani open relationships.
Bingungkan maksudnya apa?
Jadi dimana hubungan nya tidak ada kekangan satu sama
lain tidak ada aturan layaknya hubungan pacaran dengan di landaskan perasaan
jujur but not romantic relationships.
Dan dalam hubungan ini kita harus lapang hati untuk mengikhlaskan kemungkinan
buruk yang terjadi seperti hubungan tidak sesuai ke inginan atau salah satunya menemukan
sosok lain. Menurut saya open
relationships ini sangat nyaman. Bukan karena saya menginginkan kebebasan
dengan orang lain atau hanya untuk mempermainkan perasaan. Tapi ini cukup bagus
untuk psikologis saya saat itu, saya tidak terlalu berharap banyak dengan
hubungan tidak perlu pula takut kehilangan.
Hampir
4 bulan ya kurang lebih, hubungan open relationships ini berjalan. ya seperti
saya sebutkan di atas, perasaan saya yang sangat teka-teki ini merasa saya butuh komunikasi secara intens
karena saya rasa itu membuat saya lebih baik. Namun dengan berjalannya waktu saya lebih
berpikir untuk menginginkannya, menariknya untuk masuk lebih dalam ke kehidupan saya.. Ya lebih tepatnya ke dalam dunia saya. Tapi saya selalu memberikanya peluang untuk memilih tetap bersama saya atau segera ambil langkah menepi agar tidak tertarik
kedalam dunia saya.
Dunia
saya seperti apa ? heem saya akan sisipkan fantasi saya.. mari berfantasi
caution
: paragraph di bawah akan membuat kepala anda pening dan gigi anda cenat-cenut.
Dunia
saya kadang penuh dengan awan gula serta pelangi dan kuda-kuda unicorn yang berlarian. Di sekitarnya terdapat rumah-rumah permen
di dalamnya tinggal si cookieman yang memiliki sisi nakal yang dapat
mempreteli dirimu ketika berada didalamnya. Serta nampak pula beberapa rumah yang memiliki
taman labirin yang penuh dengan permainan teka-teki perasaan. Tapi jauh di tengah dunia itu ada landmark runtuh
yang ingin kembali di bangun dengan harpan-harapan baru. Berharap tidak
dibangun dari pondasi permen..
Masih bingung membayangkannya ? ya .. saya juga
cukup bingung memilih kata untuk mendeskripsikannya, secara kasarnya diri saya
itu tidak sebaik dan sempurna apa yang terlihat. (Terkadang angel terkadang devil tapi jauh di dalam nurani saya, saya ingin memiliki pendirian yang kuat dan lebih straight untuk hidup yang lebih baik.)
Apakah
dia sanggup?
Sejauh ini dia bilang berusaha untuk lapang dada dengan masa lalu
saya berusaha menjadi yang terbaik buat saya.. berusaha selalu ada untuk saya.. kemudian saya gunakan itu sebagai pondasi
awal Landmark.
Dan
seiring jarum jam yang terus berputar ke arah kanan dan pikiran manusia yang sangat dinamis,
hubungan ini tak selamanya berjalan mulus. Kita diterpa beberapa pemikiran dan beberapa aturan. Bukan saya tidak
suka dengan pemikiran dan aturan hanya saja kadang membuat perasaan saya berada
di dalam permainan taman labirin yang penuh dengan permainan teka-teki perasaan.
Kadang kamu bisa bahagia sebahagianya dan kamu bisa merasa sedih. Terkadang bisa pula merasa bersalah bila dia terjebak di sisi nakal saya. Hal ini selalu
membuat saya menyuruh dia berhenti membangun landmark bersama. Atau terkadang
berpikir untuk memasukan dia dalam roket dan mendaratkan dia di dunia yang
sesuai dengannya.
Tapi
jauh di dalam perasaan saya, saya butuh dia. Padahal nyatanya saya tidak bisa setiap hari bertemu dia, aktivitas saya sehari hari tanpa
dia. Harusnya mudah buat saya melepaskannya tapi. Ya .. lagi-lagi saya jatuh
cinta dengan pria yang terjebak dalam hubungan LDR. Entah kenapa saat ini saya
berpikir dia teman berdiskusi terbaik
buat saya, walaupun landmark yang kita bikin ini baru pondasi tapi saya pikir
kita punya desain bentuk yang sama. Hanya saja rasa egois saya
mampu berpikir untuk membangun landmark sendiri , hidup sendiri, senang-sedih
sendiri tapi hakikatnya two is better than one.
Selagi kita punya harapan yang sama, banyak langkah untuk diupayakan akan saya hancurkan rumah-rumah permen
nakal dan berusaha menyelesaikan permainan taman labirin tanpa emosi.
Yang
saya ambil dari cerita saya kali ini, kamu tidak bisa memaksa seseorang untuk betah menetap di duniamu dan kamu tidak bisa mengusir orang dengan seenaknya dari duniamu, yang harus kamu lakukan adalah memperbaiki duniamu agar lebih baik dan bermakna. Karena kamu hanya bisa memberikan value dari duniamu, so perbaiki value dirimu. Buat dirimu terlalu bernilai untuk didiami atau ditinggalkan.
Mungkin saya masih harus berjuang keras untuk menghancurkan kebiasan-kebiasan
jelek dan tidak bermoral dari saya dan menggantikannya dengan kebiasaan dengan nilai yg lebih
positif.
Yaa jangan membiarkan rumah-rumah permen berdiri kokoh dan si
cookieman menjajah dunia. Cukup Biarkan awan
gula yang bertebaran, pelangi yang melengkung dan unicorn yang berlari di
padang rumputnya.
x

Kebiasaan2 izda yang jelek dan tidak bermoral apa aja?
BalasHapus*Pengen tau aja*
hahaha waduh jangan lah, alloh sudah baik menututup rapat keburukan ku :)
Hapus