image1 image2 image3

HELLO I'M RISDA C UTAMI|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|THE STORY OF MY LIFE

Wanita dengan Perasaan dan Logika

Kadang ada suatu kondisi dimana wanita mengalami kondisi emosional yang tidak stabil entah karen masa PMS atau memang kondisi kerjaan yang menumpuk atau tidak dapat kabar full dari someone specialnya, maka yang terjadi adalah bergoyang lah emosi diri. Layaknya wanita lainnya, saya pun mengalami minggu yang penuh krisis di awali dengan pekerjaan yang tidak beres-beres dan di tambah beberapa hari saya tidak dapat kabar full dari sebut saja dia my crush. Saya berusaha mendamaikan diri dari semua kondisi.

Yang perlu saya lakukan adalah mengkondisikan bagaimana pikiran saya dalam keadaan Positif, focus dan sadar. Mempercepat menyelesaikan pekerjaan terkadang membuat itu tergesah-gesah dan terburu-buru sehingga rasional pemikiran pun jadi melemah. Mungkin yang akan ditemukan bukan pekerjaan yang beres namun menambah pekerjaan baru. Walhasil stres pun melanda.

Mungkin kalian wanita di luar sana dengan segudang aktifitas ibu rumah tangga, karier atau pun yang sedang melakukan tugas akhir sekolah merasakan kodisi yang sama, dimana kita sebagai wanita yang terkadang berfikir lebih menggunakan perasaan, akan merasa lemah ketika dihadapi berbagai macam tuntutan. Dan kalian pun pasti berfikir bagimana tuntutan tersebut beres seketika atau berlalu seketika. Karena wanita lebih mengunakan perasaan  sehingga  akhirnya jatuhlah dua pilihan yaitu membereskan dengan terburu-buru atau menyerah kemudian menangis di pojokan kamar.

Yang dapat saya simpulkan dari pengalaman ini adalah bagaimana saya menikmati fase demi fase dalam kondisi ini dan kamu pun dapat melakukannya.

Step 1 : Don’t be panic, ketika kamu menghadapi tuntutan yang besar berusaha lah mencari kenyamanan. Istirahatkan sejenak pikiran mu terhadap pekerjaan tersebut. Pilih aktifitas yang dapat menghibur kamu sebentar, bisa dengan chat beberapa kawan mu yang dapat memperbaiki suasana hati mu. Kita gunakan sifat dasar wanita yaitu ingin didengar dan dimengerti dengan solusi curhat.

Step 2 : Setelah memperbaiki suasana hati maka otak akan kembali berfikir rasional dan perasan negatif pun akan melemah sehingga saatnya kamu untuk memahami masalah yang akan di kerjakan/hadapi, tak perlu ragu untuk bertanya kepada orang-orang yang pintar dan berpengalaman hingga akhirnya kamu mengerti masalah itu seperti apa.

Step 3 : Setelah tau poin apa yang harus kamu selesaikan, langkah selanjutnya adalah memilih tindakan mana yang harus kamu lakukan ditambah efek apa yang akan terjadi bila tindakan kamu itu dilakukan. Saya selalu memaknai ini dengan istilah mencari “Pros dan Cons”. Disini logika wanita bekerja tindakan mana yang dapat merugikan kamu dan tindakan mana yang menguntungkan kamu. Saya rasa untuk urusan untung rugi wanita paling jago.

Step 4 : Lakukan dan kerjakan pilihan mu, selesaikan masalah/pekerjaan dengan caramu yang telah dipikirkan sebelumnya. Kata siapa wanita hanya menggunaakan persaan saja buktikan logika mu bermain di step sebelumnya.

Step 5 : Bila langkah pilihan mu menyelesaikan solusi mu maka waktunya self-rewarding bisa dengan memilih tidak bekerja dulu seharian, atau pergi me time. Tapi bila pilihan mu bukan solusi terbaik, disini adalah posisi dimana wanita merasa paling desperate, hidupnya paling kacau dan menderita (ingat terkadang wanita itu melakukan drama queen). Akan saya kasih sedikit tips Step 5+ : Luapkan semua emosi yang ada sediakan jam khusus atau hari khusus utuk menangis kemudian tersadarlah dan yakin lah 3 minggu kedepan bahkan 3 hari kemudian kalian akan lupa dengan masalah atau kerjaan ini karena setiap kesulitan akan beres pada waktunya kamu hanya kecewa dengan pilihan yang kamu pilih so yang hanya perlu kamu lakukan adalah mengulang kembali step nya.


Jangan lakukan drama queen yang berlebih stop sista.. lampiaskan emosi kalian dengan menulis kembali apa saja yang membuat perasaan kamu kembali bahagia dan jangan lupa tulis juga apa yang harus kamu pilih untuk menyelesaikan masalah ingat “Untung dan Rugi”nya. Semuanya dilakukan dengan menyeimbangkan logika juga perasaan mu, and cheer-up !

Share this:

CONVERSATION

5 komentar:

  1. Balasan
    1. teman dekat mba, untuk pacaran masih mikir dlu hehehe

      Hapus
  2. kenapa mikir2 dulu trauma dalam bercintakah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. emmh awal awal sih iya kaya trauma gt, tp kesininya karena kesibukan dan mikir jg jd lebih milih memperbaiki diri dulu. Kalau pun ada yg deket saya pengen yg pasti-pasti jodoh aja sih mba, biar ga galau-galau lagi hehehe

      Hapus