Kadang ada suatu kondisi dimana
wanita mengalami kondisi emosional yang tidak stabil entah karen masa PMS atau
memang kondisi kerjaan yang menumpuk atau tidak dapat kabar full dari someone
specialnya, maka yang terjadi adalah bergoyang lah emosi diri. Layaknya wanita
lainnya, saya pun mengalami minggu yang penuh krisis di awali dengan pekerjaan
yang tidak beres-beres dan di tambah beberapa hari saya tidak dapat kabar full
dari sebut saja dia my crush. Saya berusaha mendamaikan diri dari semua
kondisi.
Yang perlu saya lakukan adalah
mengkondisikan bagaimana pikiran saya dalam keadaan Positif, focus dan sadar. Mempercepat
menyelesaikan pekerjaan terkadang membuat itu tergesah-gesah dan terburu-buru
sehingga rasional pemikiran pun jadi melemah. Mungkin yang akan ditemukan bukan
pekerjaan yang beres namun menambah pekerjaan baru. Walhasil stres pun melanda.
Mungkin kalian wanita di luar sana
dengan segudang aktifitas ibu rumah tangga, karier atau pun yang sedang
melakukan tugas akhir sekolah merasakan kodisi yang sama, dimana kita sebagai
wanita yang terkadang berfikir lebih menggunakan perasaan, akan merasa lemah
ketika dihadapi berbagai macam tuntutan. Dan kalian pun pasti berfikir bagimana
tuntutan tersebut beres seketika atau berlalu seketika. Karena wanita lebih
mengunakan perasaan sehingga akhirnya jatuhlah dua pilihan yaitu membereskan
dengan terburu-buru atau menyerah kemudian menangis di pojokan kamar.
Yang dapat saya simpulkan dari
pengalaman ini adalah bagaimana saya menikmati fase demi fase dalam kondisi ini
dan kamu pun dapat melakukannya.
Step 1 : Don’t be panic, ketika kamu menghadapi tuntutan yang besar
berusaha lah mencari kenyamanan. Istirahatkan sejenak pikiran mu terhadap
pekerjaan tersebut. Pilih aktifitas yang dapat menghibur kamu sebentar, bisa
dengan chat beberapa kawan mu yang dapat memperbaiki suasana hati mu. Kita gunakan
sifat dasar wanita yaitu ingin didengar dan dimengerti dengan solusi curhat.
Step 2 : Setelah memperbaiki suasana hati maka otak akan kembali
berfikir rasional dan perasan negatif pun akan melemah sehingga saatnya kamu
untuk memahami masalah yang akan di kerjakan/hadapi, tak perlu ragu untuk
bertanya kepada orang-orang yang pintar dan berpengalaman hingga akhirnya kamu
mengerti masalah itu seperti apa.
Step 3 : Setelah tau poin apa yang harus kamu selesaikan, langkah
selanjutnya adalah memilih tindakan mana yang harus kamu lakukan ditambah efek
apa yang akan terjadi bila tindakan kamu itu dilakukan. Saya selalu memaknai
ini dengan istilah mencari “Pros dan Cons”. Disini logika wanita bekerja tindakan
mana yang dapat merugikan kamu dan tindakan mana yang menguntungkan kamu. Saya
rasa untuk urusan untung rugi wanita paling jago.
Step 4 : Lakukan dan kerjakan pilihan mu, selesaikan
masalah/pekerjaan dengan caramu yang telah dipikirkan sebelumnya. Kata siapa
wanita hanya menggunaakan persaan saja buktikan logika mu bermain di step
sebelumnya.
Step 5 : Bila langkah pilihan mu menyelesaikan solusi mu maka waktunya
self-rewarding bisa dengan memilih tidak bekerja dulu seharian, atau pergi me
time. Tapi bila pilihan mu bukan solusi terbaik, disini adalah posisi dimana
wanita merasa paling desperate, hidupnya paling kacau dan menderita (ingat
terkadang wanita itu melakukan drama queen). Akan saya kasih sedikit tips Step
5+ : Luapkan semua emosi yang ada sediakan jam khusus atau hari khusus utuk
menangis kemudian tersadarlah dan yakin lah 3 minggu kedepan bahkan 3 hari
kemudian kalian akan lupa dengan masalah atau kerjaan ini karena setiap
kesulitan akan beres pada waktunya kamu hanya kecewa dengan pilihan yang kamu
pilih so yang hanya perlu kamu lakukan adalah mengulang kembali step nya.
Jangan lakukan drama queen yang
berlebih stop sista.. lampiaskan emosi kalian dengan menulis kembali apa saja
yang membuat perasaan kamu kembali bahagia dan jangan lupa tulis juga apa yang harus
kamu pilih untuk menyelesaikan masalah ingat “Untung dan Rugi”nya. Semuanya
dilakukan dengan menyeimbangkan logika juga perasaan mu, and cheer-up !


risda sudah punya pacar lagi?
BalasHapusteman dekat mba, untuk pacaran masih mikir dlu hehehe
Hapuskenapa mikir2 dulu trauma dalam bercintakah?
BalasHapusemmh awal awal sih iya kaya trauma gt, tp kesininya karena kesibukan dan mikir jg jd lebih milih memperbaiki diri dulu. Kalau pun ada yg deket saya pengen yg pasti-pasti jodoh aja sih mba, biar ga galau-galau lagi hehehe
HapusJual Kaos Dakwah Quote
BalasHapus